Profile

Cover photo
SMK FARMASI CENDIKIA FARMA HUSADA
Worked at SMK FARMASI CENDIKIA FARMA HUSADA
Attended UI
Lived in Jln Hi Said Kota Baru
867 views
About
Story
Introduction

Negara Republik Indonesia melalui Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

            Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

            Pada perkembangan zaman global saat ini, berbagai perubahan yang sangat cepat, dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem dan struktur sosial, seni dan budaya, sistem politik dan keamanan, sistem ekonomi dan keuangan, ideologi dan keyaqinan agama, sudah merasuk ke semua lini aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu untuk menghadapi era globalisasi yang serba cepat dan sering tidak mudah diprediksi aktualisasi dan arahnya, maka pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi.

            Pendidikan tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu hak mendasar yang harus diterima oleh setiap manusia. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan manusia, maka akan semakin besar pula kualitas pendidikan yang diharapkan.

            Tersedianya sarana pendidikan kejuruan yang berkualitas dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip kedisiplinan dan akhlakul karimah merupakan salah satu permintaan mendesak yang harus dipenuhi saat ini. Ukuran kualitas dari suatu sarana pendidikan dapat diukur dari kurikulum pengajaran yang diterapkan, kemampuan fasilitator / tenaga pengajar yang ada, dan fasilitas fisik penunjang yang tersedia.

            Rentang usia siswa sekolah menengah kejuruan berkisar 15 s.d 19 tahun, berdasarkan teori perkembangan mereka berada pada masa adolonsia, berupa masa yang sangat penting menuju proses pendewasaan baik secara mental maupun spiritual, jasmaniyah dan rohaniyah, begitu juga lahariyah dan bathiniyah. Oleh karena itu mereka membutuhkan pengalaman-penglaman proses menuju kedewasaan tersebut.

            Proses menuju kedawasaan tersebut harus mengacu kepada tujuan Sekolah Menengah Kejuruan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, yaitu: meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

            Undang –undang kesehatan Nomor 36 tahun 2009 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, pelindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

            Sedangkan tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.

Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

            Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Kefarmasian menyebutkan bahwa Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

            Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Sedangkan Tenaga Teknis Kefarmasian adalah Tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker.

            Surat Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 251/C/KEP/MN/2008 pada tanggal 22 Agustus 2008 tentang Spectrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan menyebutkan bahwa spectrum sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam pembukaan dan penyelenggaraan bidang studi/program studi/kompetensi keahlian pada SMK. Pada setiap kompetensi keahlian yang dibuka, SMK dapat mengkhususkan kompetensi berdasarkan komoditas tertentu sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja terkait (konsentrasi keahlian) dengan tidak mengabaikan kemampuan dasar kompetensi keahlian tersebut.

            SMK Farmasi Cendikia Farma Husada merupakan sekolah pertama yang merintis Kejuruan Farmasi di Provinsi Lampung. Dari hasil pendataan sensus sekolah Tahun 2009, jumlah Sekolah Menengah (SM)/ sederajat negeri/ swasta sebanyak 798 sekolah se-Provinsi Lampung. Untuk jenjang SM/sederajat negeri hanya sebesar 72,56 % (579 sekolah dari 798 sekolah yang ada). Jumlah SM/sederajat negeri/swasta di Kota Bandar Lampung sebanyak 111 sekolah.

Bragging rights
SMK FARMASI CENDIKIA FARMA HSADA
Education
  • UI
    Megister Apoteker
Basic Information
Gender
Other or Decline to State
Work
Occupation
Pencetak Generasi Cerdas Berkualitas
Employment
  • SMK FARMASI CENDIKIA FARMA HUSADA
    STRUKTUR SEKOLAH
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Previously
Jln Hi Said Kota Baru - Bandar Lampung - Lampung